Senin, 13 Juli 2009

"Do What You Love. Love What You Do."

Tulisannya cukup panjang. Dan dari judulnya tampak serius. Iya ngga? Hehe.. Tapi sebenernya ngga lebih dari percakapan yang dilakukan berawal dari gue yang pengen curhat tentang pekerjaan.


Karena ngga tau siapa lagi yang mau dicurhatin, dan sang pacar juga sudah terlalu lelah untuk pembicaraan tingkat berat di hari Jumat. Terutama karena pulang tengah malam. Pilihan pun jatuh pada teman lama yang berada di luar Jakarta, dan tengah online di salah satu list ym gue, tengah malam ini.

Kembali soal pekerjaan, berapa sih sebenarnya presentase orang yang berfikir bahwa menjadi karyawan itu menyenangkan? Sayangnya memang tidak ada data valid. (Tampak mulai serius pembicaraan, tapi tenang aja, ga bakal ada namanya angka – angka presentase, karena memang gue tidak menemukan sumbernya). Tapi menurut hemat gue, seenak – enaknya kantor, tetep aja paling enak kalo punya usaha sendiri. (Ya iyalahh…). Sebenarnya berada di pekerjaan ini juga salah satu impian saya sejak kuliah. Tetapi entah kenapa kerjaan yang saya impikan dari dahulu ini, ternyata tidak memberikan kepuasan batin sepenuhnya. Naif. Tapi nyata.

Kalo dari pembicaraan gue dengan teman curhat online dadakan itu, pekerjaan ini seperti pacar. Anggap saja, ada cowo yang ditaksir sudah lama sekali, bahkan kayaknya ko ga mungkin untuk dijadiin pacar. Tapi ternyata waktu berlalu, dan setelah dengan segala perjuangan dan takdir, akhirnya cowo itu jadian juga sama gue. Eh, tapi pas udah jadian, hubungan pada awalnya memang berjalan seru dan penuh gejolak cinta. Tapi kayanya ada sesuatu yang beda, dan ternyata bukan dia yang gue cari. Nah lo, gimana dong?


Perumpamaan yang lain, masih berhubungan dengan pacar dan cinta ;p. Gue memang punya pekerjaan, yang diumpamakan dengan pacar. Tetapi ternyata ada orang lain di hati gue, a.k.a selingkuhan dong? Sebenernya ‘selingkuh’ itu ga salah 100% ko. Malah ‘selingkuhan’ itu suka bikin penasaran dan bertanya - tanya. Apa sebenernya dia yah, yang ditakdirkan Tuhan selama ini?


‘Selingkuhan’ itu sebenarnya belum tau perasaan gue yang sebenarnya, bahwa saya udah suka dari dulu dan punya niat pacaran sama dia. (Belum selingkuh dong ya berarti?) Cuma gue belum tau caranya buat nembak. Dan gue takut, kalo duluan nembak diterima ngga yah? Kalo diterima, kita bisa jalan bareng ngga yah? Kalo ternyata gue udah nembak, diterima dan ternyata ga cocok, apa pacar gue, mau nerima untuk balik sama dia ga yah?
Kebayang kan maksud perumpamaan saya? Yak, orang bilang memang gue kebanyakan mikir.

*ketawan ribetnya deh:p

At the end, kita kayanya ga akan pernah puas, (bagi mereka yang emang ngerasa gitu, bagi yang udah ya, alhamdulilah dan puji Tuhan..). Ga pernah puas dengan segala yang kita miliki. Kalo memang kita punya mimpi, dan hal yang memang kita suka banget, fight for it!

"Find a way to fight for it, or if there is no way, make one then."

Kalau kita memang masih dalam proses pencarian, Do What You Love and Love What You Do. Coba terus untuk melakukan hal – hal yang emang kita suka, kalo emang udah mentok, yah jangan maruk. Cobalah untuk mencintai hal – hal yang selama ini kita lakukan. Pembicaraan seperti ini suka susah berhenti, dan ngga akan pernah ada habisnya.

Kalo kata NIKE, “Just Do It.”

Selasa, 05 Mei 2009

Dreams and Works

There's a quote; "Dreams, and God will make them come true."
I do, dream. Lots of. Maybe too much. But sometimes come, and go.

Dreaming, is not that easy though. Even it's only dreaming. Somehow, there's time when I forgot to dream, and just live my life.
But because of my dreams too, even doing little stuffs I forgot. Watching movies on cinema, hang out with friends and family, even long sleep on the weekend.

What do I work for? Money? Happiness? If it cost so much times that i couldn't spend my day with my family and friends, then what for? If working makes me so busy that I forgot my dreams then why should I?

How if I'm working to reach my dreams, but then they fly away?
I hope God will make my dreams really come true :)

Minggu, 15 Maret 2009

Pay It Forward

If you can take from somebody
Then give it to anybody
Because what you take is owned by others
And when you give, the others will take

It’s a thing that always happened
And we have to keep it happened
Because if we stop giving, nobody’s taking
And if they stop giving, you will take nothing

Thanks, for what we've taken
Generosity, for what they will take
Nothing more or less
Because nor thanks, or generosity are useless

As in our life,
We walk, when we have time
We run, when we have none
We walk our life
But problems, we run
Then walk and sit
Walk your life
No run and rush

When you have time you sit and take a look
Look around your life
What you’ve taken, what you’ve given
Who you thanked and for whom you've given

Those are the same,
Branch and leaves
Music and lyrics
Paper and pen
Men and women
Love and beloved

What do you got?

More than me..?


I am realistic, he is idealistic.
I am stubborn, he has stone head.
I am whatever, he is what so ever.
I didn’t call for a day, he didn’t call for a week.
I worked overtime, he spent whole weekend.
I was working at the weekend, he worked the whole month.
I slept late, he didn’t sleep.
I was tired, he might be exhausted.
I held 2 clients, he worked 5.

I asked a lot, he asked nothing.

What do I hope?
I love him. I hope he loves me more.

Senin, 16 Februari 2009

The 'Overtime' Dress Up Bag


At office.

Midnight.
Headache.
Overtime.
Overload.
Arrrggghhhh....

'Ting'

Urgent submission of a bag contest.

Sketched.
Edited.
Attached.
Sent.

Bad?
I don't care.

Happy?
Yes:)

don't care my work,
haha..